Jumat, 19 September 2014

tanpa luka

Aku tak tau dimananya yang salah dan apa yang salah
Seolah dunia terbalik dan keluar dari rotasinya
Hal yang selalu aku takuti terjadi juga
Akhir baik yang aku harapkan sekarang menjadi mimpi buruk disetiap hela nafas
Pupil mataku mengecil, menahan air mata untuk berlinang dan bersarang dimataku
Melihatmu seperti ini membuatku menjadi lintasan kereta api, panas
Suaramu makin menghilang dari pendengaranku
Aroma tubuhmu tak tercium lagi dihidungku
Mendengarmu seperti ini, membuatku menghela nafas panjang
Seolah tak akan lagi ada oxygen yang ku hirup
Aku menahan semua kata, kata yang dari dulu tak pernah mampu aku ucapkan
Kau pergi tanpa alasan
Kau hilang dari semua bait puisiku
Kau lenyap dari semua nada dilaguku
Saat ini, yang aku ingin hanya sendiri, bersama tetesan hujan dikala kemarau tiba
Aku tak ingin melihatmu, karna aku tak akan sanggup
Aku tak ingin mendengar suaramu, karna aku tak akan mampu
Setiap melihatmu, aku hanya terdiam
Semua kenangan itu hilang
Semua keraguan itu sirna
Setiap bertemu denganmu, aku hanya ingin berlari menjauh darimu
Ya, aku akan terbiasa seperti dulu yang tak mengenalmu
Harapanku runtuh, jiwaku menghilang, senyumku tertahan, dan rasaku mati seketika
Aku tak ingin menangisimu, entah aku merasa tak boleh menitikkan air mata ini
Jangan menoleh ke arahku lagi
Hentikan panggilan itu
Jangan kau lontarkan senyummu
Hentikan meneriakkan namaku
Aku terluka, amat terluka
Kau tak akan pernah sadar itu
Bahagiakan dia yang lebih dulu menantimu
Jangan melirik, menatap, menyapa, dan melihat kearahku lagi
Matamu tak akan pernah ku pandang lagi
Aku yakin Tuhan akan membantuku untuk terbiasa melewati hari tanpamu, seperti dulu sebelum kita saling mengenal
Aku yakin Tuhan akan memulihkanku dari sisa kenangan yang terendap dipikirku
Aku luluh lantah, kehilanganmu
Aku harap kau akan baik-baik saja
Aku harap ia dapat menghapus luka dan kecewamu
Aku tanpamu tak apa, akan ku pastikan aku baik-baik saja
Ayah pernah bilang "cinta tak harus selalu bersama", aku mengerti itu
Bunda pernah bilang "mentari tak akan berhenti bersinar, sebelum Tuhan menghendaki" aku pun mengerti itu
Kau tak perlu khawatir, seperti katamu "aku terbiasa melakukan segalanya sendiri tanpa ditemani"
Aku yakin rasa dingin dihatimu, akan berganti
Terima kasih telah menjadi yang sempurna
Setahun cukup bagiku untuk mengenalmu
Dan sehari cukup bagiku untuk mengerti apa yang membahagiakanmu
Seperti yang pernah aku sampaikan padamu "aku tak akan pernah berlari mengejarmu, tapi aku akan terbang bersamamu"
Ya, meski akhirnya aku tak pernah berlari kearahmu dan terbang bersamamu
Aku akan pergi tanpa luka, demi dirimu
Karna kau hadir tanpa melukai hidupku

-nuraini-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar