Hari ini, hari dimana aku kehilangan harapanku
Aku harus bertumpu pada sebuah tongkat kayu bahkan kursi roda
Aku tak mampu menapakkan kakiku
Dan itu menghancurkan segalanya
Mimpiku, anganku, mungkin cita-citaku
Aku harus lebih lama berbaring disini
Tanpa melihatmu lagi
Mungkin Tuhan benar membantuku agar terbiasa untuk tidak memanggil namamu lagi
Mungkin Tuhan benar membantuku agar aku tak berlari lagi dalam mengejar mimpiku
Semua akan dilakukan secara perlahan
Tuhan mengajariku untuk tidak terburu-buru lagi
Dan Tuhan menyadarkan aku
Aku tak akan bisa lagi berada disampingmu
Mendengar ceritamu, mendengar kecewamu, dan bercanda bersamamu
Tuhan membuat aku berhenti melakukan hal yang memang tak dibutuhkan olehku
Tuhan membuat langkahku disampingmu terhenti
Ini hadiah terindah untukku bukan?
Luka dikakiku mungkin akan membaik bersama waktu
Namun luka karna aku harus merelakan hariku tanpamu akan sulit untuk dipulihkan lagi
Mendengar suaramu sudah cukup untukku, meski tak bicara denganku
Melihat senyummu sudah cukup untukku, meski senyummu bukan lagi untukku
Mungkin aku harus berhenti sampai disini
Bukan hanya langkahku untuk tetap bertahan mengikuti langkahmu, namun rasa ini pun harus dihentikan
Kau menemukan sosok yang membuatmu jatuh hati
Dan itu bukan aku, ya bukan aku
Maaf jika ini membuatmu terganggu, maaf jika aku harus berhenti memperdulikanmu
Terima kasih kau pernah izinkan aku mendengar ceritamu, kecewamu, dan terpenting pemikiranmu yang sangat matang
Terima kasih atas semua canda, panggilan itu, dan semua perhatian yang tak pernah sengaja kau berikan
Aku bahagia sempat miliki itu
Aku akan selalu mengingat segala yg telah kau lakukan dan ceritakan
Namun hanya dalam buku yang dituliskan untukmu
Kali ini kau bebas, kau lepas, dan silahkan terbang kemanapun kau mau
Biar aku disini dengan segala lukaku
Biar aku disini untuk belajar berjalan mengikuti arahmu meski tak berdampingan lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar