Hari ini terasa buruk, seolah dunia terlepas dari rotasinya.
Ketika melihatmu rinduku sulit untuk sirna.
Melihat pertemuanmu dengannya, membuat hati ini menjadi puing-puing.
Tersenyum karnanya, tertawa melihatnya, bahkan kau duduk didepannya.
Membuat duniaku hancur, hariku berantakan.
Aku hanya dapat duduk, menundukkan kepala, dan berharap tak seorangpun tau sedih ini.
Berusaha untuk ceria, untuk tetap tersenyum, dan berdiri tanpa tumpuan lenganmu.
Terlalu perih, jika aku tetap melihatmu dengannya.
Aku beranjak pergi, diam, dan mencari tempat lain barangkali disana ada teman yang dapat menegarkan aku.
Senyumku palsu hari ini, jiwaku hilang hari ini, semangatku lumpuh hari ini, dan fokusku berhenti hari ini.
Memalukan jika aku menangisimu.
Munafik jika aku bahagia melihat senyummu meski bukan untukku.
Kau terlihat bahagia memang, tapi aku benci melihatnya.
Melihatmu disakiti lebih perih daripada melihat senyummu untuknya.
Melihatmu diberikan kepalsuan lebih merobek hatiku dari pada melihat candamu dengannya.
Tapi melihatmu dengannya menghancurkan angan dan impianku.
Andai parasku seperti parasnya.
Andai anggunku seperti anggunnya.
Andai hadirku seperti hadirnya.
Dan andai......
Andai cintamu untuk cintaku......
Aku melihat perubahan dan perbedaan didirimu.
Entah, aku merasa kehilangan perhatianmu.
Dan yang aku tangisi aku kehilangan dirimu yang hanya mencintai dirimu sendiri.
Hampa, jika aku mengetahui kau tak lagi disampingku, duduk dan bercerita tentang kecewamu.
Jenuh, jika aku mengetahui kau tak lagi menahan tangan ini untuk tetap melihat kearahmu.
Kau begitu indah, kau begitu nyata, dan kau begitu dekat. Namun mengapa? Mengapa kau tak pernah merasakan ini? Haruskah aku berhenti meski aku tak bisa? Haruskah aku berlari meski mataku berair? Haruskah aku mengalah meski aku memiliki cinta yang lebih?
Tuhan, mengapa rasa ini begitu dalam? Hilangkan rasa ini Tuhan, biarkan aku mencintai diriku sendiri seperti dulu. Jangan pernah buat aku selalu jatuh didalam dirinya tanpa ia selami. Jangan pernah biarkan aku mendoakannya tanpa ada kepastian Tuhan.
Aku harap ini hari terakhirku untuk dapat merasakan sedih didalam luka cintaku untukmu. Hari terburuk ketika aku memutuskan untuk berlari tanpa menoleh ke arah mu lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar