Sabtu, 09 Agustus 2014

terbaik bukan sempurna

Aku mencintainya bukan karna kata 'dia sempurna'
Tapi karna 'dia terbaik'
Dia jauh dari kata sempurna, karna cintanya tak pernah sempurna, karna cintanya tak pernah sama, karna cintanya tertutup, dan karna cintanya untuk dirinya sendiri.
Andai dia melihat cinta ini untuknya, yang tulus, yang ikhlas, yang mampu bertahan ketika mereka memanggilnya cinta, yang mampu menemani kesepian hatinya, dan yang mampu berada disisinya ketika dia merasa dikecewakan.
Aku tak pernah ingin mengungkapkan, karna yang aku tau menyimpannya di dalam hati ini adalah sebuah kedamaian.
Aku tak ingin dia tau, aku tak ingin hancurkan kebahagiaannya untuk tetap berteman denganku, aku tak ingin melihat wajah dinginnya lagi, aku tak ingin melihat kekecewaan menyelimutinya lagi.
Kami tak pernah memiliki cinta yang sama, karna terkadang ada cinta yang tak perlu dimiliki.
Ini bukan puisi tentang cinta, tapi ini rangkaian kata tentang dia yang terbaik yang pernah ada.
Yang pernah ada disaat hati kecil ku berkata 'sudah cukup kau jatuh cinta, karna ketulusan cinta takkan ada'.
Yang pernah ada di saat lelahku merajalela.
Yang pernah ada untuk merangkul dan bercerita.
Yang pernah ada menemani kesepian ini.
Yang pernah ada saat dunia menjauh dan tak tersentuh lagi.
Yang pernah ada saat mereka menyerangku dengan perkataan kasar.
Yang pernah ada menggenggam tangan ini saat aku asyik dengan duniaku.
Aku tak ingin dia tau bahwa aku kehilangan, kehilangan dicari olehnya, kehilangan ditemani olehnya.
Tuhan, jika memang rasa ini salah jangan biarkan aku terbelenggu dalam ketidakpastian cinta, jangan biarkan aku terlalu menggenggam erat kebiasaannya, dan jangan biarkan aku menaruh namanya didalam doaku.
Tuhan, jika memang rasa ini tak salah jangan biarkan rasa ini tak terbalas olehnya, jangan pernah jauhkan kami, dan jangan biarkan hanya aku yang mendoakannya.
Tuhan, aku akan sabar untuk menantinya, aku akan ikhlas mencintainya. Biarkan dia mengetahui rasa ini dengan sendirinya, dari diri ini Tuhan. Biarkan dia memikirkan rasa ini Tuhan.
Tuhan, jaga senyumnya, jaga dirinya, jaga hatinya, dan aku mohon jaga dia dalam kebahagiaannya.
Aku hanya gadis kecil dimatanya, gadis yang terlihat kesepian, gadis yang mampu bangkit saat dijatuhkan, jadikan aku gadis yang memiliki ketulusan ditatapannya, dan jadikan aku kebahagiaannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar