Selasa, 12 Maret 2013

selamat tinggal kasih


Senja


Senja itu adalah senja terakhirku
Udara yang sejuk nan wangi
Burung bertenggleng diatas nisanku
Bunga kamboja seolah menyetubuhi

Senja itu aku melihat semua
Seberapa banyak orang yang mencintaiku
Doa yang indah slalu dipanjatkan
Tangis keluargaku menggema dalam tanah

Senja itu mereka yang mengiringi kepergianku
Sungguh saat ini yang aku tunggu
Ini hadiah terindah dihari ulang tahunku
Bersama mereka yang mencintaiku

Tapi tunggu.... Dimana kamu?
Apa kau tak sudi datang ke pemakamanku yang indah ini?
Mungkin benar kau bukanlah seperti mereka yang mencintaiku
Kau bukan yang menginginkan menaburkan bunga yang wangi

Lihat itu keluargaku
Mengapa mereka menangisi tanah itu
Hei, aku disini lihatlah aku baik-baik saja bahkan aku bahagia
Tak perlu khawatir kini aku tak takut gelap doa kalian menerangi rumah terakhirku

Wahai bunga yang indah warnailah rumahku
Sejukkan senjaku seperti waktu itu
Harumkan nisanku yang putih bersih
Dan selimuti aku saat malam tiba

Rumahku semakin hari semakin sunyi
Sampai saat ini aku belum kedatangan sosokmu
Kau pun tak menyelimutiku dengan bunga lagi
Bagaimana bisa tanahku mulai mengering dan aku masih menunggumu

Senja itu ku tatap jalan setapak menuju makamku
Apa benar itu dirimu tapi mengapa matamu sembab? Mengapa wajahmu lemas? Mana senyummu?
Kau duduk disamping tanah itu, memegangi nisanku, dan menatapnya
Kau mulai menabur bunga dan berkata

"Hai, bagaimana kabarmu? Indah bukan disana? Tak ada yang bisa menyakitimu disana seperti aku yang menyakitimu disini. Maaf saat senja pemakamanmu aku tak datang. Aku terlalu takut untuk melihat kepergianmu lagi. Lebih baik aku mengunjungimu seperti ini bukan. Sejujurnya aku merindumu, tapi aku bingung harus bagaimana. Makan yang banyak ya disana. Hati-hati, jika ada yang menjailimu seperti aku, katakan padaku lewat mimpi. Tunggu aku disana. Kita akan membuat moment yang mungkin tak akan pernah kita tinggalkan lagi. Oh ya ini aku bawakan selimut merah yang indah, ku taburkan diatas ranjangmu ya. Jaga dirimu baik-baik. Aku akan kembali kesini untuk menemuimu. Aku rela jika aku harus merasakan long distance relationship bersamamu sampai nanti. Tak ada yang bisa menyaingi kesetiaanmu disini. Terima kasih. Aku merindukanmu"

Mengapa kau berkata seperti itu?
Jangan menangis lagi
Disini ada aku ya aku masih disampingmu
Lihatlah aku tersenyum mendengar kau merinduku

Ku lihat kau meninggalkan semua
Berjalan sendiri
Menjauh dari rumahku
Sesekali menoleh untuk yang terakhir kalinya, mungkin
"Aku akan menunggu dirimu kembali disini, memberikan selimut merah seperti malam itu, dan memelukku hingga pagi menjemput, selamat tinggal kasih, bawalah cintaku pergi"

Rain ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar