Rabu, 20 Maret 2013

itulah aku

Aku redup bagai bintang yang tak tampak karna tertutup awan hitam. Bulan enggan untuk menemaniku. Bintang sirius yang kata banyak orang "bintang paling terang diantara bintang lain, seburuk apapun cuaca dilangit pasti bintang itu yang akan tampak bersinar terang". Itulah aku disaat malam.
Berteman dengan rintik hujan yang menemani disetiap malamku. Dia menyapa dengan lembutnya melalui jendela kamar seolah bertanya "hai, ada apa dengan senyummu?" Itulah aku disaat malam.
Menikmati malam sepiku. Bermain dengan imajinasiku. Dan menyatu dalam dinginnya udara kerajaanku dengan menatap ranting yang mulai basah, melihat air yang terjun bebas dari ujung daun. Itulah aku disaat malam.
Boneka yang ku peluk kini dia duduk dengan manis menatapku dan tersenyum. Seolah dia menanyakan "apa kabar kamu?" Aku hanya memalingkan wajah menatap keluar jendela kamar. Itulah aku disaat malam.
Alunan lagu clasic melengkapi kesepian, kesendirian, dan dinginnya malam ku kali ini. Terdengar denting piano yang bertautan dengan gesekkan sang biola dan kadang berganti petikan gitar acoustic. Hanya senyum dan menatap gelapnya langit. Itulah aku disaat malam.
Biar aku mengisi ruang ini. Aku selalu memikirkan hal ini. Aku sangat mencintai keadaan ini. Jadikan aku yang setia kepadamu. Biar semua bersemi dihati. Jadikan aku bagian dari sepimu. Agar dapat selalu aku merasakan sepimu. Seperti itulah aku disaat malam.
Salah bila aku ingin disapa saat kamu dilanda sepi? Salah bila aku ingin dicari saat sepimu bergejolak dimalam hari? Salah bila aku ingin dipilih, dipilih untuk memberi senyum terakhirku disetiap malam hari untukmu? Salah bila aku menjadi bintang yang menemani sepinya malammu? Hanya malammu? Aku tak ingin sunrisemu dan aku tak ingin sunsetmu. Apa aku salah? Setiap malam sepiku aku menunggumu. Menunggumu untuk tau. Itulah aku disaat malam.
Tetesan hujan semakin lebat. Hati ini semakin hanyut dalam buaian sang malam. Aku selalu berdoa. Tuhan tolong kembalikan kisahku. Itulah aku disaat malam.
Aku tak akan menjadi sempurna seperti Princess Cinderella disaat malam. Aku tak akan muncul kepermukaan disaat sunrisemu seperti Princess Ariel. Aku tak akan memintamu untuk terbang meninggalkan kerajaanku seperti Princess Jasmine. Aku tak akan tertidur disaat dirimu kesepian seperti Princess Snow White dan Princess Aurora. Aku tak bisa menghidupkanmu dengan air mataku seperti Princess Belle. Aku tak akan mengorbankan segalanya seperti Princess Pocahontas. Aku tak akan menjadi sosok yang anggun seperti Princess Mulan. Aku tak akan merubahmu menjadi seekor katak seperti Prince Naveen yang merubah Princess Tiana. Tapi aku ingin menjadi Princess Rapunzel agar dapat memulihkan senyummu dengan mantera penyembuhan khusus yang aku bacakan agar sepimu dapat menghilang dari kerajaanmu dan tak perlu merubahmu seperti Prince Naveen yang menjadi seekor katak, seperti The Prince yang menciumku agar aku terbangun, membiarkanmu mati seperti The Beast, memintamu mencarikan sepatu kacaku seperti Prince Charming, aku tak rela kau menjadi Prince Eric untuk berbagi hati, dan tak akan berharap kau berubah menjadi Prince Phillip ataupun Aladine untuk memintamu menerbangkan karpetmu untuk keliling dunia. Tapi aku hanya ingin kamu menemukanku disebuah menara yang sepi dan gelap seperti Flynn Rider untuk menemani disetiap malamku. Itulah aku disaat malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar