Rabu, 06 Maret 2013
hai senja
Hai senjaaaaaa, apa kabar kamu? Aku ingin sedikit bercerita tentang seorang putri. Sebut saja putri itu Nirina... Begini ceritanya...
Nirina duduk terdiam menunggu mu senja, diatas bukit yang indaaah sekali, banyak bunga dan kupu-kupu. Dia menantimu dengan senyuman manis. Dia menunggu awan-awan menjadi kemerahan lalu kelabu dan akhirnya lenyap menjadi hitam. Dia melukiskan apa yang kau tunjukkan oleh mu, warnamu ukiranmu sungguh membuatnya terpesona. Bahkan saat sang pagi dan siang datang hanya hadirmu yang ia tunggu. Andai kau tau senja, dia selalu menunggumu dibukit itu, mengenang sosok indahnya warna dan ukiran Tuhan yang telah Ia berikan untukmu. Tuhan maha adil, dia mampu menciptakan kau, malam, pagi, dan siang dengan keindahan masing-masing. Namun, aku masih bingung kenapa harus hadirmu yang ia tunggu dibukit itu? Apa hanya karna cahayamu? Apa karna indah warnamu? Apa karna awan yang beriringan bergantian? Huaaaaa, aku masih menerka kenapa seorang putri malah menantimu daripada menanti pangeran yang lain.
"Senja, apa kamu tau? Kamu sahabat terbaikku. Aku selalu mencarimu disetiap mentari ingin terbenam dan bulan mulai datang, aku menyukai prosesmu menjadikan awan kemerahan itu menjadi hitam, menutup hari-hari yang lelah, sebenarnya bukan hanya aku yang menunggu kamu untuk hadir tapi banyak yang menunggumu hadir. Indahmu bagaikan sosok-Nya, goresan lekuk salurmu menunjukkan Dia Maha Pengasih, awanmu yang beriringan menutupi matahari bagai keadilan yang selalu aku cari dimuka bumi ini. Dan kenapa harus dibukit ini, karna aku selalu berharap menyaksikan indahnya dirimu, lembutnya belaian anginmu, kekagumanku akan duniamu bersama seorang yang nantinya akan terus dan selalu aku saksikan bersama dia yang aku pilih dan memilihku. Aku masih menunggu sosok itu ada disini menatap dan melukis diatas kanvas akan warna ceriamu. Senjaaa, aku percaya kelak kamu akan menuntunku untuk mengakhiri hariku dengan indah"
Naaah!!! Aku sekarang mengerti kenapa dia sangat mengagumimu, dan aku sadar ternyata kamu pantas untuk ditunggu, haha
"I'll be here. Always here. Awaits you. Waiting for you. Try to always choose you to put an end to days of me. Keep being the best friend I love it, even though you never see it again. Although this love I leave with memories of the debris used to be"
Begitulah senja ceritaku hari ini, sampai jumpa lagi ya. Semoga esok impianku tercapai :p See You Senja
Hai penengah malam dan siang
Kepulanganku kali ini diwarnai indah kabut yang masih tetap memancarkan warna kemerahan diatas sana
Memaksaku untuk tetap menikmati indahku
Kau lukiskan wajah Ayah dan Bundaku seolah mereka berkata "hati-hati anakku, kami tunggu kepulanganmu wahai permataku"
Lalu muncul kakak-kakak ku mengajak bermain seperti dulu.
Teman-temanku dan terakhir sosok dirinya.
Kau hadirkan dia dalam kebersamaan ini. Kemarin, hari ini, esok, esoknya lagi dan selamanya aku dapat menerka siapa yang kau lukis dipojok kiri atas. Dia senja yang nyata untukku. Dia sama sepertimu. Ku potret wajah-wajah itu, ku abadikan dengan bingkai termahal didunia agar kura-kura ku dapat terjengkang melihat potret itu.
thanks to reading Rain^^
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar