Minggu, 07 Februari 2016

Untukmu

Aku pernah mencinta namun aku kecewa begitu saja.
Aku pernah menyayang namun aku terluka begitu saja.
Hingga akhirnya aku sadar cinta itu berubah menjadi benci.
Kebencian yang amat menakutkan.
Bahkan aku tak sanggup lagi bernafas karna cinta itu.
Aku kecewa.
Aku terluka dalam.
Baiklah ku akui ini kesalahanku.
Tak sepantasnya aku bersikap seperti ini.
Tak sebaiknya aku mengharapkan sejuk itu.
Seharusnya aku sadar.
Angin itu hanya membuatku sakit.
Hingga ke tulang-tulangku.
Seharusnya aku tau.
Bahagia itu bukan karena aku.
Hampaskan segalanya.
Aku terlalu lelah mencarimu.
Maafkan segala kesalahanku.
Maafkan segala air mataku.
Hujan tak lagi menyambutku dengan keindahannya.
Panasnya mentari tak lagi menyambutku dengan kehangatannya lagi.
Tuhan. Jagalah dia dalam setiap langkahnya.
Tuhan. Wujudkan segala mimpi indahnya.
Tuhan. Izinkan aku melihat bahagianya.
Tuhan. Ku mohon berilah dia keberkahan atas segala perbuatannya.
Aku rela jika bahagia itu tak ada lagi.
Ini kesalahan terbesarku yang terlalu mengharapkanmu.
Maaf. Kali ini aku harus pergi.
Terima kasih sempat menjadi bait terindah dalam hembusan nafasku.
Terima kasih sempat hadir dalam setiap sepiku.
Bahagialah, karna kau pantas bahagia.

Untukmu yang terbaik.
Dariku yang menyangimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar