Rabu, 17 Februari 2016

Terlepas darimu

Bahkan sampai detik ini belum kujatuhkan hati ku pada siapapun terlepas denganmu. Aku nyaman teramat nyaman. Aku bahagia ada disisimu.
Begitu sabarmu yang mau mendengar resahku. Begitu sabarmu yang mau mengendalikan kejenuhanku. Begitu sabarmu menghadapiku yang cemburu. Begitu sabarmu merangkul amarahku.
Tiap malam tidak lupa kau ucapkan selamat tidur. Aku senang. Tiap pagi tak lupa kau ucapkan semoga hari ini menyenangkan. Dan aku tersipu.
Mimpi semalam tentangmu. Tersenyum tipis namun aku suka. Matamu yang sayu masih menggerogoti hati ini. Bertemu di mimpi aku pun senang.
Biar kita terbiasa seperti itu. Aku percaya takdir akan menjatuhkan hati pada orang yang tepat. Jika takdir tak berpihak pada kita. Aku rela menjadi sahabatmu seumur hidup. Tua bersama.
Aku ingin Tuhan menjatuhkan hatiku berkali-kali kepadamu. Selalu. Tak apa kau tak menangkapnya. Karena yang aku tau. Mencintaimu adalah kebahagiaanku.
Pernah berniat untuk pergi menjauh. Tapi Tuhan selalu menjawab doaku dengan mengembalikan langkahmu menujuku. Meski kita tak sadar hal itu.
Cobalah kau pikirkan. Aku juga akan berpikir. Bahwa kita memang ditakdirkan bersama. Begitu indah bukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar