Sabtu, 09 Januari 2016

Dear okta

Tak cukupkah aku berteriak aku merindumu?
Tak cukupkah aku berteriak aku mencintaimu?
Dan tak cukupkah aku berteriak aku menyayangimu?
Apa kau tak sadar itu?
Ribuan jarak ku tempuh hanya untuk menemuimu
Jutaan bintang ku abaikan demi sinar dihatimu
Haruskah aku berlari mendahuluimu?
Atau aku harus berhenti dibelakangmu?
Jawablah sayang, aku tak mampu lagi berkata
Suaraku hilang karna selalu berteriak
Bukan lagi dalam hati, tapi ku ungkap di muka bumi
Lelah aku berlari, bisakah kau mengerti hadirku?
Aku yang setiap hari menyebut namamu dalam doa
Aku yang setiap saat merayumu dalam tulisan
Aku yang setiap detik tersenyum dalam hayalan
Bisakah kau mengerti malam ini saja
Mengerti aku yang lelah karna sapamu yang angkuh
Aroma tubuhmu yang menyesakkan dadaku
Mata indahmu yang terkadang memandangku
Sungguh aku berharap kau mengerti aku
Hariku sepi tanpamu
Pagiku tak elok lagi
Siangku terik
Senjaku kelabu
Malamku membiru
Apakah tak bisa mengartikan apa yang aku perbuat untukmu?
Apakah begitu sulit semua teka teki ini?
Panggil aku jika kau menyadarinya
Aku akan berbalik ke arahmu meski ombak menerpaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar