Senin, 21 Desember 2015

Malam ini

Malam ini aku ditemani hujan
Rerintikkannya menjiwai sukmaku
Mencoba mewarnai kelabuku dengan warna lain
Ku tatap jendela yang terasa sunyi
Aku terbaring dikasurku
Mengulang segalanya
Mengingat segalanya
Kala jiwa ini tak sepi
Hari semakin cepat berlalu
Ku temukan jiwaku yang semakin sepi
Hati ini meronta, menyayat seluruh sel ditubuhku
Andai dapat ku ulang
Aku memilih untuk diam dan tak tau menau
Namun nyaman itu melekat seiring sepinya hidupku
Andai aku dapat memutuskan segalanya lebih cepat
Sebelum semua terlambat
Sebelum jiwa ini semakin sekarat
Hancur itu yang terasa malam ini
Aku pun tak mengerti mengapa seperti ini
Lelah hatiku mencari
Ku tutup dengan segala alibi
Sesungguhnya hanya kau seorang
Tapi kejauhan semakin mengusik
Jarak ini tak terbendung lagi
Persetan dengan segalanya
Malam ini ku habiskan untuk mengenang segalanya
Sembari berdoa dengan memejamkan mata
Berharap Tuhan mendengar pintaku
Yang memintamu tetap disini
Mereka berkata akhiri segalanya
Berteriak seolah aku tak mengenal resikonya
Ku gigit bibir ini menahan sesuatu yang teramat pedih
Entah mengapa malam ini hujan sangat mendukungku untuk bersedih
Mungkin hujan tau saat kemarau aku tak pernah membasahi hatiku
Aku tak butuh kata romantis
Aku tak butuh bunga
Aku tak butuh baju baru
Aku tak butuh apapun selain dirimu
Selain cintamu
Selain pelukmu
Bukankah itu sangat sederhana?
Sadarlah hanya aku yang mampu menghadapimu
Hanya aku yang mau menemani sepimu
Sadarlah, sebelum aku melupakanmu jauh
Sadarlah, sebelum aku berhenti berharap
Sadarlah, sebelum aku berhenti bertahan
Sadarlah, sebelum aku berlari meninggalkanmu

Dan sadarlah, sebelum malam ini berakhir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar